Breaking News
4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia. Harmoni Budaya dan Inovasi Tiongkok Menginspirasi Delegasi PKN I Angkatan 69 dalam Susun Rekomendasi Transisi Energi Indonesia Kunjungi PLTS Longqingxia Tiongkok, Delegasi PKN 69 Formulasikan Rekomendasi Kebijakan Akselerasi Transisi Energi Baru Terbarukan POLRES DOMPU AMANKAN TIGA TERDUGA PELAKU PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, SEJUMLAH BARANG BUKTI SABU DISITA Sat Polairud Polres Dompu Hadir di Tengah Masyarakat Pesisir, Bantu Nelayan dan Edukasi Bahaya Formalin pada Ikan

Sinergi TNI–Polri Ciptakan Liburan Natal Aman di Mataram

Mataram, NTB – Suasana libur Natal di kawasan wisata Pantai Mapak dan Pantai Gading, Lingkungan Mapak Belatung, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, terasa lebih aman dan nyaman. Hal ini tidak lepas dari kehadiran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Jempong Baru Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan bersama Bhabinkamtibmas yang melaksanakan pemantauan langsung terhadap aktivitas wisatawan, Jum’at sore (26/12/2025).

 

Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan laut yang kerap meningkat saat musim liburan. Aparat menyasar area-area yang ramai dikunjungi pengunjung, mulai dari lokasi parkir, titik kumpul wisatawan, hingga sepanjang pesisir pantai.

 

Babinsa Jempong Baru, Serka Samsuri, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara aktif dan humanis. Tidak hanya memantau situasi, petugas juga turun langsung berinteraksi dengan wisatawan. “Kami tidak sekadar memantau, tetapi juga memberikan imbauan agar wisatawan selalu berhati-hati, khususnya saat berenang, serta memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut,” ujarnya.

 

“Selain keselamatan, kami juga mengingatkan pengunjung untuk menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan pantai. Orang tua diminta lebih waspada dalam mengawasi anak-anak yang bermain di sekitar laut agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” Tambahnya tegas.

 

Kehadiran aparat TNI–Polri di tengah masyarakat memberikan rasa aman tersendiri bagi para wisatawan yang menikmati waktu libur bersama keluarga. Sinergi pengamanan ini diharapkan mampu menciptakan suasana liburan Natal yang tertib, aman, dan lancar.

 

Hal senada disampaikan Rofi (35), salah satu pengunjung Pantai Mapak. Ia mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan dari TNI-Polri. “Dengan kehadiran TNI–Polri di tempat wisata, kami merasa aman dan nyaman menikmati suasana pantai,” ungkapnya. Ia pun berharap pengawasan serupa dapat dilakukan di objek wisata lain, seperti kolam renang dan air terjun, agar masyarakat semakin merasa terlindungi saat berlibur.

 

Melalui pendekatan human interest dan kehadiran langsung di lapangan, aparat berharap libur Natal tahun ini dapat menjadi momen kebahagiaan tanpa gangguan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran TNI–Polri dalam menjaga keamanan wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *