Breaking News
Kolaborasi Ciptakan Sitkamtimas Yang Kondusif, Satbinmas Polres Bima Kabupaten Gelar Revitalisasi Poskamling Wujud Belasungkawa, Bhabinkamtibmas Polsubsektor Palibelo Laksanakan Sambang Duka Sabu 8,32 gram diamankan dari rumah warga Talabiu, Sat Resnarkoba Polres Bima kejar jaringan pemasok Satuan Reserse Narkoba Polres Bima mengamankan seorang pria berinisial BH (46), warga Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, dalam pengungkapan dugaan tindak pidana narkotika, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menemukan dan mengamankan 17 plastik klip berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 8,32 gram dari rumah BH. Polisi juga mengamankan sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba Polres Bima IPTU Mochamad Fikri Dafa Alfarez, S.Tr.K., membenarkan pengungkapan tersebut. AKBP Anton mengatakan, pengungkapan kasus narkotika merupakan bagian dari komitmen Polres Bima dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. “Polres Bima berkomitmen untuk terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika. Setiap informasi yang diterima dari masyarakat akan kami tindak lanjuti melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran atau penyalahgunaan narkotika. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika. Peran serta masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian mengungkap jaringan peredaran narkotika dan menjaga lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya. Berawal dari Informasi Masyarakat IPTU Fikri Dafa Alfares S.Tr.K., menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai keberadaan seorang pria berinisial FIRDAUS, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), di wilayah Desa Talabiu. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bima melakukan pemantauan di sekitar lokasi yang diinformasikan. Sekitar pukul 15.30 WITA, personel melakukan tindakan kepolisian dan penggeledahan di rumah BH di Desa Talabiu. Namun, FIRDAUS tidak ditemukan di lokasi. Petugas kemudian mengamankan BH yang berada di rumah tersebut. Untuk menyaksikan proses penggeledahan, personel menghadirkan pemerintah desa setempat sebagai saksi. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 17 plastik klip berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 8,32 gram. Selain itu, petugas mengamankan empat plastik bungkusan besar bertuliskan huruf China, empat bungkusan plastik klip kosong, empat lembar plastik klip kosong, dua timbangan digital, dua korek api gas, dua batang sedotan yang telah dimodifikasi, satu alat hisap bong, satu lakban bening, satu gunting, satu lembar plastik bening, satu tas berukuran sedang berwarna merah muda, satu kotak penyimpanan, dua sepeda motor beserta kunci kontak, tiga telepon seluler Android, serta uang tunai Rp250 ribu. Polisi Dalami Keterangan BH Kasat Resnarkoba menjelaskan, berdasarkan hasil interogasi awal, BH menerangkan kepada petugas bahwa barang bukti yang ditemukan di rumahnya berkaitan dengan anaknya, EK. BH juga mengaku bahwa narkotika yang diduga jenis sabu tersebut merupakan milik FIRDAUS dan akan diedarkan oleh EK. “Dari keterangan awal yang kami peroleh, BH menerangkan bahwa barang tersebut milik FIRDAUS dan akan diedarkan oleh EK. Keterangan tersebut masih kami dalami melalui proses penyidikan untuk mengungkap asal-usul serta jaringan peredarannya,” jelas Kasat. Menindaklanjuti keterangan tersebut, personel kemudian melakukan pengembangan ke rumah FIRDAUS. Namun, yang bersangkutan tidak ditemukan di lokasi. BH beserta seluruh barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolres Bima untuk diserahkan kepada penyidik Satresnarkoba guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Saat ini, penyidik masih melakukan serangkaian tindakan penyidikan, antara lain pemeriksaan saksi-saksi, penyelidikan sumber barang, gelar perkara, dan pemberkasan. Polres Bima memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Sementara terhadap FIRDAUS yang belum ditemukan, upaya penyelidikan dan pengembangan terus dilakukan guna mengungkap lebih lanjut dugaan jaringan peredaran narkotika tersebut. Bhabinkamtibmas Polsek Donggo Monitoring Verifikasi dan Validasi Kelengkapan Administrasi Bakal Calon Kepala Desa Wakapolri Dorong Sepolwan Naik Level: Cara Belajar Berubah, Polwan Disiapkan Hadapi Tantangan Modern
Berita  

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bripda Shandy Polsek Bancar Monitoring Panen Jagung di Latsari

 

​TUBAN – Upaya jajaran kepolisian untuk bersinergi dengan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan terus ditingkatkan. Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Bancar dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tuban, Bripda Shandy, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan pendampingan kegiatan panen jagung bersama warga Desa Latsari, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

​Kegiatan monitoring ini merupakan wujud nyata dari instruksi Kapolres Tuban dan Kapolsek Bancar, IPTU Dwi Purwoko, S.H., agar setiap personel kepolisian, terutama di tingkat Polsek, aktif dalam memantau perkembangan sektor pertanian di wilayahnya masing-masing. Langkah ini diambil untuk memastikan proses panen berjalan lancar, aman, serta untuk menjalin komunikasi yang lebih erat antara Polri dan masyarakat petani.

​”Kami hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya para petani di Desa Latsari, bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga untuk memberikan motivasi. Jagung adalah salah satu komoditas penting untuk ketahanan pangan kita, dan kami ingin memastikan hasilnya maksimal dan petani merasa didukung,” ujar Bripda Shandy di sela-sela kesibukannya membantu warga.

​Kehadiran Bripda Shandy di lahan jagung disambut positif oleh warga Desa Latsari. Mereka merasa senang karena ada aparatur negara yang peduli dan mau terjun langsung melihat kondisi pertanian mereka. Interaksi yang hangat terjalin, di mana Bripda Shandy juga menyempatkan diri mendengarkan aspirasi serta keluhan petani terkait sarana dan prasarana pertanian maupun isu keamanan di lingkungan sekitar mereka.

​Salah seorang petani Bapak Slamet, menyampaikan apresiasinya. “Alhamdulillah, kami merasa sangat diperhatikan dengan kedatangan Pak Shandy. Selain memberikan rasa aman, kami juga bisa berdialog langsung,” katanya.

​Polresta Tuban melalui jajarannya di Polsek Bancar berkomitmen untuk terus konsisten melakukan monitoring dan pendampingan seperti ini. Harapannya, sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kecamatan Bancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *