Mataram, NTB – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tidak selalu dimulai dari ruang pemeriksaan. Di tengah lingkungan warga, perhatian sederhana seperti mengajak masyarakat berani memeriksakan diri dapat menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit menular.
Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan tracing Tuberkulosis (TBC) di depan halaman Masjid Nurul Huda, Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Rabu (23/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Cilinaya Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-01/Cakranegara Serka Jauhari mendampingi petugas Puskesmas Taliwang melakukan penelusuran terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
Dilakukan Secara Humanis
Tracing dilakukan secara persuasif dan humanis. Petugas tetap memperhatikan privasi serta kenyamanan warga selama proses berlangsung.
Babinsa turut membantu koordinasi dengan perangkat kewilayahan. Langkah ini dilakukan agar kegiatan berjalan tertib. Selain itu, warga yang menjadi sasaran pemeriksaan dapat terdata dengan baik untuk mendapatkan tindak lanjut dari tenaga kesehatan.
Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan juga menjadi bentuk dukungan terhadap petugas kesehatan. Dengan pendekatan yang dekat dengan masyarakat, diharapkan warga tidak merasa takut ataupun ragu ketika harus menjalani pemeriksaan.
Warga Diberi Edukasi Tentang TBC
Kepala Puskesmas Taliwang, Farida, S.K.M., memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala TBC, pola penularan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan.
“warga yang mengalami gejala yang mengarah pada TBC atau memiliki riwayat kontak erat dengan pasien perlu segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan,” ucapnya.
Farida menambahkan, “Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam tracing. Sebab, deteksi lebih awal dapat membantu petugas kesehatan menentukan langkah penanganan dan pencegahan berikutnya”, jelasnya.
Babinsa Ajak Warga Tidak Abaikan Kesehatan
Serka Jauhari juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kondisi kesehatan, terutama apabila muncul gejala yang perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
“Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan Babinsa terhadap tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami mengajak warga untuk tidak takut memeriksakan kesehatan dan mengikuti arahan petugas Puskesmas demi mencegah penyebaran TBC,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan kesehatan keluarga.
Karena itu, Babinsa mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan orang-orang di sekitar.
Sinergi untuk Lingkungan yang Sehat
Kegiatan tracing TBC tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi di tingkat kewilayahan. Babinsa, tenaga kesehatan, perangkat lingkungan, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung pencegahan penyakit.
Melalui pendampingan tersebut, diharapkan proses deteksi dini dapat berjalan lebih optimal. Warga yang membutuhkan pemeriksaan pun dapat segera mendapatkan pelayanan sesuai arahan tenaga kesehatan.
Lebih dari sekadar kegiatan tracing, langkah bersama ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian, keterbukaan, dan kemauan untuk memeriksakan diri, masyarakat dapat ikut membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman dari risiko penularan TBC.












