GERTAM 50000 Hektare Bangun Harapan Baru Petani Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Hamparan sawah di Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi saksi kuatnya semangat kolaborasi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Lumpur yang membalut kaki para peserta seolah menjadi simbol perjuangan bersama untuk menghadirkan masa depan pertanian yang lebih baik. Di tengah semangat tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han)., mengikuti Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) 50.000 Hektare, bersama jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan, Jumat (31/7/2026).

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan nasional. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang ditunjuk untuk mengoordinasikan pelaksanaan GERTAM di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

 

Sinergi Lintas Sektor Percepat Swasembada Pangan

GERTAM dilaksanakan secara serentak melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, akademisi, hingga para petani. Kehadiran Dandim 1606/Mataram menjadi wujud nyata dukungan TNI AD terhadap program strategis pemerintah yang berorientasi pada penguatan ketahanan pangan nasional.

 

Di lahan persawahan yang telah dipersiapkan, para peserta bersama-sama melakukan penanaman menggunakan alat tanam modern. Kebersamaan yang terbangun mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

 

Dandim 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han) menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan negara sehingga memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

“Ketahanan pangan merupakan fondasi ketahanan nasional. Karena itu, TNI akan terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk para petani, agar program swasembada pangan dapat berjalan optimal. Sinergi yang kita bangun hari ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani,” ungkapnya.

 

Petani Menjadi Garda Terdepan Ketahanan Bangsa

Koordinator GERTAM Lombok Barat dari Polbangtan Malang, Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si, menjelaskan bahwa GERTAM bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan langkah konkret untuk mempercepat musim tanam sekaligus memastikan target luas tanam nasional dapat tercapai.

“Gerakan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, penyuluh, TNI, pemerintah daerah, dan petani. Ketika seluruh unsur bergerak bersama, percepatan tanam dapat diwujudkan sehingga produksi pangan nasional akan semakin kuat. Lombok Barat memiliki potensi besar dan kami optimistis mampu memberikan kontribusi nyata bagi swasembada pangan Indonesia,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa pendampingan kepada petani akan terus dilakukan melalui penyuluhan, penerapan teknologi pertanian modern, serta penguatan kelembagaan petani agar produktivitas dapat meningkat secara berkelanjutan.

 

Pemerintah Optimistis Target Produksi Pangan Tercapai

Sementara itu, Direktur Aneka Kacang dan Umbi (AKABI) Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Dyah Susilokarti, M.P., menyampaikan bahwa GERTAM merupakan salah satu strategi percepatan tanam yang menjadi prioritas nasional dalam menjaga stabilitas pangan Indonesia.

“Keberhasilan swasembada pangan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, akademisi, penyuluh, dan terutama para petani sebagai pelaku utama di lapangan. Kami mengapresiasi semangat seluruh pihak di Lombok Barat yang telah menunjukkan komitmen nyata mendukung program nasional ini,” ujarnya.

 

Menurutnya, percepatan tanam yang dilakukan secara serempak akan berdampak pada meningkatnya indeks pertanaman, produktivitas lahan, dan ketersediaan pangan nasional dalam jangka panjang.

 

Menanam Harapan untuk Masa Depan Indonesia

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana penuh keakraban tampak menghiasi areal persawahan. Aparat TNI, penyuluh, pejabat kementerian, dan para petani bekerja berdampingan tanpa sekat. Semangat gotong royong yang tercipta menjadi gambaran bahwa keberhasilan pertanian Indonesia lahir dari kebersamaan, bukan kerja sendiri.

 

Gerakan Tanam Serempak 50.000 Hektare di Desa Lingsar menjadi lebih dari sekadar agenda pertanian. Kegiatan ini menjadi simbol tumbuhnya harapan baru bagi petani, sekaligus penguat komitmen seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri pangan.

 

Dari hamparan sawah Lombok Barat, benih-benih padi yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh menjadi sumber kehidupan, kesejahteraan petani, dan fondasi kuat menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *