Lombok Barat, NTB – Kepulan asap dan kobaran api tiba-tiba membesar di kawasan perbukitan Dusun Monto, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Semak-semak kering yang terbakar membuat api dengan cepat menjalar, memicu kekhawatiran warga di sekitar lokasi, Jumat (4/9/2026) siang.
Melihat kondisi tersebut, warga tidak tinggal diam. Lalu Burhanudin, salah seorang warga, segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk meminta bantuan. Langkah cepat itu menjadi awal dari upaya bersama untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kuripan, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung Sertu Wahyu Supriatno, turut bergerak ke lokasi sekitar pukul 14.40 WITA. Ia melakukan monitoring sekaligus membantu pengamanan di area kebakaran bersama Bhabinkamtibmas, petugas Damkar Lombok Barat, dan masyarakat.
Informasi awal dari warga menyebutkan, api mulai terlihat sekitar pukul 14.20 WITA. Kobaran api kemudian menjalar mengikuti semak-semak kering di kawasan bukit. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
Petugas Damkar Lombok Barat kemudian tiba di lokasi. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan untuk mengatasi kobaran api. Sekitar pukul 15.05 WITA, api berhasil dipadamkan sehingga tidak terus menjalar dan membahayakan lingkungan sekitar.
Sertu Wahyu Supriatno mengatakan, kecepatan warga dalam melaporkan kejadian menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung menuju lokasi untuk memantau situasi dan membantu pengamanan. Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada, terutama terhadap lahan yang banyak ditumbuhi semak kering,” ujar Babinsa Kuripan, Koramil 1606-04/Gerung usai berhasil memadamkan api bersama warga dan Bhabinkamtibmas.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas yang berada di lokasi turut membantu menjaga situasi tetap aman serta mengimbau masyarakat agar tidak mendekati titik api. Kehadiran unsur TNI-Polri bersama warga juga membantu petugas pemadam menjalankan tugas dengan lebih cepat dan aman.
Petugas Damkar Lombok Barat, Andre dan Eki, menyampaikan bahwa tiga unit mobil pemadam diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Penanganan dilakukan dengan mengarahkan semprotan air ke titik-titik api yang masih menyala dan bagian semak yang berpotensi kembali terbakar.
Lalu Burhanudin, warga yang pertama menghubungi petugas Damkar, mengungkapkan bahwa kobaran api sempat membuat warga khawatir karena cepat membesar dan merambat di kawasan bukit.
“Kami melihat api mulai membakar semak-semak kering. Karena khawatir semakin meluas, kami langsung menghubungi Damkar,” ungkapnya.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan kawasan tanah wakaf yang diperuntukkan bagi Masjid Kuripan.
Berkat respons cepat warga, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan petugas Damkar Lombok Barat, kebakaran berhasil dikendalikan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dalam keadaan aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada area yang dipenuhi semak dan tumbuhan kering. Kepedulian warga dalam melaporkan kejadian sedini mungkin dapat membantu mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.












