Pemasangan Tiang Pilon Percepat Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

Lombok Barat, NTB – Di tengah gelapnya malam, cahaya lampu menerangi wajah-wajah penuh semangat. Sejumlah prajurit TNI bersama warga bahu-membahu mengangkat dan memasang tiang pilon atau gapura besi Jembatan Perintis Garuda yang akan menghubungkan Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, dengan Desa Kebon Kongok, Kecamatan Gerung. Momen itu bukan sekadar proses konstruksi, melainkan gambaran nyata tentang kuatnya persatuan dalam membangun masa depan masyarakat, Kamis malam (2/7/2026).

 

Pemasangan tiang pilon menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto diwilayah teritorial Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram. Kegiatan tersebut dikerjakan oleh Satuan Tugas Jembatan Perintis Garuda bersama masyarakat setempat dengan semangat gotong royong yang tetap terjaga hingga malam hari.

 

Meski medan pekerjaan cukup berat dan membutuhkan tenaga ekstra, kolaborasi antara prajurit TNI dan warga berlangsung penuh kekompakan. Tiang besi berukuran besar diangkat secara bersama-sama dengan penuh kehati-hatian agar dapat berdiri kokoh sebagai bagian utama konstruksi jembatan.

 

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Karang Bongkot, Sertu Sakinul dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung, mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi energi utama dalam percepatan pembangunan jembatan tersebut.

 

“Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang selalu hadir membantu setiap tahapan pekerjaan. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama sehingga pembangunan berjalan lancar dan sesuai harapan,” ujar Sertu Sakinul.

 

Menurutnya, Jembatan Perintis Garuda bukan hanya menghadirkan akses fisik yang lebih mudah, tetapi juga menjadi simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta mempererat hubungan sosial antara dua desa yang selama ini dipisahkan oleh aliran sungai.

 

Semangat yang sama juga disampaikan oleh Fajirin, salah seorang warga yang ikut terlibat dalam pemasangan tiang pilon. Ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

 

“Kami bekerja dengan ikhlas karena jembatan ini memang menjadi kebutuhan masyarakat. Kalau sudah selesai, anak-anak sekolah, petani, pedagang, hingga warga yang berobat akan lebih mudah melintas. Kami merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menyelesaikannya,” ungkap Fajirin.

 

Senada dengan itu, Sahdan (39) menilai pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti bahwa kerja sama antara TNI dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata.

 

“Kami melihat sendiri bagaimana TNI tidak hanya memberi arahan, tetapi ikut bekerja bersama warga. Kebersamaan seperti ini membuat kami semakin bersemangat. Semoga jembatan ini segera rampung dan membawa manfaat besar bagi seluruh masyarakat,” tutur Sahdan.

 

Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif, pemasangan tiang pilon menjadi penanda bahwa Jembatan Perintis Garuda semakin mendekati tahap penyelesaian. Ke depan, jembatan ini diharapkan menjadi jalur strategis yang mempercepat konektivitas wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus menjadi monumen kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam membangun negeri dari desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *