Babinsa Monitoring Irigasi Tersier Perkuat Ketahanan Pangan

Lombok Barat, NTB – Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, pembangunan infrastruktur pertanian terus menjadi perhatian berbagai pihak. Salah satunya terlihat di Dusun Bagek Nunggal Barat, Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, di mana kegiatan penalutan saluran irigasi tersier terus berjalan dan mendapat pendampingan langsung dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada.

 

Babinsa Desa Peteluan Indah Koramil 1606-08/Narmada, Sertu Muhasim, melaksanakan monitoring dan membantu kegiatan penalutan saluran irigasi tersier yang telah memasuki hari ke-18 pengerjaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Mekar Sari I dengan panjang talut mencapai ±200 meter dan tinggi sekitar 1,20 meter.

 

“Pembangunan yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas distribusi air ke lahan pertanian warga,” jelas Sertu Muhasim, Kamis (25/6/2026).

 

Infrastruktur Pertanian yang Menjadi Tumpuan Petani

 

Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, keberadaan saluran irigasi bukan sekadar bangunan fisik. “Irigasi yang baik menjadi urat nadi bagi keberlangsungan produksi pangan, terutama saat musim tanam berlangsung,” tegas H. Sahdan, Ketua Poktan Mekar Sari I.

 

Melalui pembangunan talut saluran irigasi tersier ini, aliran air menuju area persawahan diharapkan lebih terjaga, mengurangi kebocoran, serta meminimalkan kerusakan saluran akibat erosi maupun longsoran tanah.

Dalam kegiatan monitoring tersebut turut hadir Koordinator UPPK Suaji, serta sejumlah pekerja yang terlibat langsung dalam proses pembangunan.

 

Babinsa Hadir Pastikan Program Berjalan Optimal

 

Kehadiran Babinsa di lokasi bukan hanya sebagai bentuk pengawasan wilayah, tetapi juga wujud komitmen TNI dalam mendukung program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

 

Sertu Muhasim memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan tetap mengedepankan semangat gotong royong. Pendampingan yang dilakukan Babinsa juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat.

 

“Dengan selesainya pembangunan talut irigasi ini nantinya, para petani berharap distribusi air ke lahan pertanian semakin lancar sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan mendukung program ketahanan pangan daerah maupun nasional,” tambah Sertu Muhasim.

 

Keberhasilan pembangunan infrastruktur pertanian seperti ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat nyata bagi petani. Dari saluran irigasi yang tertata dengan baik, tumbuh harapan baru bagi peningkatan hasil panen dan kesejahteraan warga di Desa Peteluan Indah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *