Gotong Royong Pulihkan Pura Satria Dharma Pascakebakaran

Mataram, NTB – Di antara tumpukan puing dan sisa material yang hangus terbakar, semangat kebersamaan justru tumbuh semakin kuat. Pemandangan itulah yang terlihat di Pura Satria Dharma, Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, saat ratusan umat Hindu bersama aparat TNI bergotong royong membersihkan area pura yang terdampak kebakaran, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Sapta Marga Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-01/Cakranegara, Serka Jose Da Costa, yang turun langsung membantu proses pembersihan bersama sekitar 100 orang pengurus dan umat Hindu Pura Pasupati Komando Resor Militer (Korem) 162/Wira Bhakti serta anggota Korem 162/WB yang beragama Hindu.

Sejak pagi hari, suasana penuh semangat terlihat di lokasi. Setelah menerima arahan dari Sekretaris Pura Satria Dharma, para peserta langsung bergerak membersihkan area pura dan mengangkut puing-puing bekas kebakaran. Dua unit truk disiapkan untuk mengangkut material sisa kebakaran menuju lokasi pembuangan.

Bagi masyarakat yang hadir, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Di balik setiap puing yang diangkat, tersimpan harapan untuk mengembalikan fungsi pura sebagai pusat kegiatan spiritual umat Hindu.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi simbol kuat bahwa TNI tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi ketika warga menghadapi kesulitan.

Serka Jose Da Costa menegaskan bahwa gotong royong tersebut memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar membersihkan lokasi pascakebakaran.

“Gotong royong hari ini bukan hanya membersihkan sisa-sisa kebakaran, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kembali semangat kebersamaan dan harapan masyarakat. Kehadiran kami sebagai Babinsa merupakan bentuk komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah rakyat, membantu setiap kesulitan, serta memperkuat persatuan dan solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan. Semoga kebersamaan ini menjadi energi positif untuk mempercepat pemulihan Pura Satria Dharma dan mempererat tali persaudaraan antar sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pura Satria Dharma, Serka Purn. Suarma, S.H., menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, musibah kebakaran memang meninggalkan duka, namun solidaritas yang ditunjukkan masyarakat dan TNI telah menghadirkan optimisme baru bagi umat Hindu.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Babinsa, anggota Korem 162/Wira Bhakti, serta seluruh umat Hindu yang telah menunjukkan kepedulian dan kebersamaannya melalui kegiatan gotong royong ini. Dukungan dari berbagai pihak telah memberikan semangat dan harapan baru untuk bangkit kembali. Kebersamaan hari ini membuktikan bahwa nilai persaudaraan dan gotong royong masih sangat kuat di tengah masyarakat,” tuturnya.

Meski pekerjaan fisik telah selesai, semangat yang lahir dari kebersamaan pagi itu meninggalkan pesan mendalam bahwa setiap musibah dapat dihadapi melalui persatuan, kepedulian, dan kerja sama yang tulus.

Di tengah puing-puing yang tersisa, harapan baru perlahan mulai dibangun. Bukan hanya untuk memulihkan bangunan pura, tetapi juga untuk memperkuat persaudaraan, kerukunan, dan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *