Berita  

Antrian Truk Sapi di Pelabuhan Lembar Akhirnya Nihil, Distribusi Hewan Ternak ke Pulau Jawa Makin Lancar!

Pengiriman Hewan Ternak di Pelabuhan Lembar Kini Nihil Antrean

LOMBOK BARAT – Situasi arus lalu lintas dan logistik pengiriman hewan ternak di gerbang keluar Pulau Lombok menunjukkan tren yang sangat kondusif. Berdasarkan pemantauan terbaru di kawasan Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, antrian truk pengangkut sapi yang biasanya memadati area parkir kini dilaporkan telah melandai dan mencapai status nihil. Kondisi ini menjadi kabar positif bagi kelancaran distribusi pangan nasional, khususnya pasokan daging sapi dari Nusa Tenggara Barat menuju Pulau Jawa.

Hingga Selasa siang, 12 Mei 2026, personel kepolisian terus melakukan monitoring intensif di dua titik vital, yakni Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) Pelabuhan PT ASDP Lembar dan RTK Gilimas PT Pelindo Lembar. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu arus lalu lintas maupun kesejahteraan hewan ternak yang sedang dalam proses pengiriman.

Kelancaran Operasional di Pelabuhan Gilimas

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan situasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa koordinasi antar instansi dan pengaturan jadwal keberangkatan kapal yang efektif telah membuahkan hasil yang signifikan terhadap kelancaran operasional pelabuhan.

“Berdasarkan pengecekan langsung di lokasi pada hari Selasa, 12 Mei 2026, pukul 11.40 WITA, kami melaporkan bahwa jumlah antrian truk bermuatan sapi di RTK Pelabuhan Gilimas PT Pelindo Lembar saat ini dalam keadaan nihil. Demikian pula dengan antrian unit pengangkut di sepanjang Jalan Segenter menuju Gili Mas, tidak ditemukan adanya kendaraan yang mengantre di luar area pelabuhan,” ujar Iptu Imran saat memberikan keterangan tertulis mengenai update perkembangan situasi.

Kondisi yang terkendali ini merupakan hasil dari proses pengiriman yang telah berlangsung secara bertahap dan masif sejak akhir Maret lalu. Kepolisian mencatat, meskipun volume pengiriman sangat tinggi, manajemen pengaturan parkir dan pemuatan ke atas kapal (loading) berjalan cukup dinamis sehingga tidak menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan di akses utama pelabuhan.

Data Keberangkatan Sapi Sepanjang Periode Maret-Mei 2026

Berdasarkan data yang dihimpun oleh otoritas keamanan pelabuhan, total kendaraan pengangkut ternak sapi yang telah diberangkatkan dari Pelabuhan Gilimas menuju Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, mencapai angka yang cukup fantastis. Tercatat sebanyak 751 unit truk tronton dan 2 unit pickup telah menyeberang menuju Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan pasar di sana.

“Kami mencatat data keberangkatan ini secara mendetail sejak tanggal 25 Maret 2026. Puncak pengiriman terjadi pada pertengahan April, di mana dalam sehari kapal mampu mengangkut hingga puluhan unit tronton. Sebagai contoh, pada 12 April dan 14 April, KM Mutiara Santosa III tercatat mengangkut masing-masing 50 dan 51 unit truk sapi dalam sekali keberangkatan,” tambah Iptu Imran.

Secara kumulatif, operasional kapal-kapal besar seperti KM Mutiara Ferindo II, KM Mutiara Sentosa III, dan KM Mutiara Barat menjadi tulang punggung dalam pengosongan antrian di Lembar. Intensitas pemuatan mulai melandai memasuki bulan Mei, di mana pada tanggal 11 Mei kemarin, hanya tercatat 2 unit truk sapi yang diberangkatkan menggunakan KM Mutiara Ferindo II, menandakan sebagian besar stok ternak yang siap kirim telah terfasilitasi dengan baik.

Jaminan Keamanan dan Kelancaran Distribusi

Pihak Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar berkomitmen untuk terus mengawal setiap proses distribusi ini guna mencegah adanya praktik-praktik yang merugikan para sopir maupun pengusaha ternak. Selain fokus pada kelancaran arus kendaraan, petugas di lapangan juga memperhatikan aspek keamanan bagi masyarakat sekitar pelabuhan agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu oleh keberadaan armada logistik.

Iptu Imran juga mengimbau kepada para pengusaha jasa transportasi ternak untuk tetap mematuhi prosedur administrasi dan kesehatan hewan sebelum memasuki area pelabuhan. Dengan nihilnya antrian saat ini, diharapkan setiap armada yang baru tiba dari berbagai daerah di NTB dapat langsung masuk ke area RTK dan segera mendapatkan jadwal keberangkatan tanpa harus menunggu lama di bahu jalan.

“Kami akan terus bersiaga untuk melakukan monitoring secara berkala. Prioritas kami adalah memastikan operasional pelabuhan sebagai objek vital nasional tetap berjalan aman dan lancar, sehingga pasokan komoditas penting seperti hewan ternak ini tidak mengalami kendala hingga sampai ke daerah tujuan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, cuaca di kawasan perairan Lembar dilaporkan cukup mendukung untuk aktivitas pelayaran, sehingga jadwal keberangkatan kapal menuju Banyuwangi diperkirakan akan terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak otoritas pelabuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *