Berita  

Pintu Masuk Lombok Dijaga Ketat, Polisi Geledah Muatan KMP Rodhita di Pelabuhan Lembar

Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar Perketat Pintu Masuk NTB

LEMBAR – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Lembar memperketat pengawasan di pintu masuk Pulau Lombok guna mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang serta memastikan keamanan transportasi laut. Pada Senin pagi, 4 Mei 2026, personel kepolisian bersama instansi terkait melakukan pengamanan ketat terhadap aktivitas bongkaran muatan kapal KMP Rodhita yang bersandar di Dermaga 2 ASDP Pelabuhan Lembar.

Langkah preventif ini merupakan bagian dari rutinitas yang ditingkatkan untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Lombok Barat, terutama di titik-titik vital seperti pelabuhan penyeberangan yang menghubungkan Bali dan Lombok.

Sinergi Pengamanan di Dermaga 2 ASDP Lembar

Kegiatan pemeriksaan yang dimulai tepat pada pukul 10.00 WITA tersebut menyasar seluruh elemen muatan kapal, mulai dari penumpang perorangan hingga kendaraan logistik. Pemeriksaan dilakukan secara mendalam namun tetap mengedepankan aspek humanis, guna memberikan rasa nyaman bagi para pengguna jasa pelabuhan.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, menegaskan bahwa pemeriksaan ini adalah prosedur tetap yang wajib dijalankan. Menurutnya, pelabuhan merupakan salah satu jalur utama yang memiliki kerawanan terhadap masuknya barang-barang ilegal maupun gangguan keamanan lainnya.

“Kami dari Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar bersama instansi terkait di pelabuhan secara konsisten melaksanakan pengamanan dan pemeriksaan terhadap setiap kapal yang sandar. Hari ini fokus kami adalah bongkaran dari KMP Rodhita yang datang dari Pelabuhan Padangbai, Bali,” ujar Iptu Imran dalam keterangannya di lokasi kegiatan.

Detail Pemeriksaan Penumpang dan Kendaraan Logistik

Berdasarkan data manifest yang diterima, KMP Rodhita tercatat mengangkut sebanyak 210 penumpang. Selain itu, kapal tersebut juga membawa beban logistik yang cukup signifikan, yang terdiri dari berbagai golongan kendaraan. Rincian kendaraan tersebut meliputi 45 unit kendaraan golongan II, 4 unit golongan III, serta kendaraan angkutan barang dan pribadi yang terbagi dalam golongan IV hingga VII.

Pemeriksaan yang dilakukan petugas mencakup verifikasi dokumen resmi kendaraan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Tidak hanya administrasi, petugas juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap barang bawaan penumpang serta ruang-ruang penyimpanan di kendaraan besar.

“Pemeriksaan terhadap orang dan barang bawaan ini kami lakukan untuk mengantisipasi adanya barang-barang ilegal, senjata tajam (sajam), bahan peledak (handak), peredaran narkoba, maupun benda-benda berbahaya lainnya yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah,” tambah Iptu Imran memperjelas fokus operasi tersebut.

Kondusivitas Wilayah Pelabuhan Menjadi Prioritas

Selama kurang lebih tiga puluh menit, petugas menyisir area bongkaran dengan ketelitian tinggi. Pengawasan yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepolisian dalam memastikan kelancaran arus barang dan orang di Pelabuhan Lembar yang merupakan urat nadi ekonomi di Nusa Tenggara Barat.

Sekitar pukul 10.30 WITA, proses bongkaran KMP Rodhita di Dermaga 2 ASDP Lembar dinyatakan selesai. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib tanpa ditemukan adanya pelanggaran menonjol maupun benda-benda mencurigakan yang melanggar hukum.

Iptu Imran yang memimpin langsung jalannya monitoring dan pengawasan di lapangan menyampaikan apresiasinya kepada para pengguna jasa pelabuhan yang telah kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Ia menekankan bahwa kehadiran Polri di tengah aktivitas pelabuhan adalah untuk memastikan bahwa setiap masyarakat yang masuk ke wilayah Lombok merasa aman dan terlindungi.

Situasi di kawasan Pelabuhan Lembar dilaporkan tetap aman dan terkendali. Pihak kepolisian menyatakan akan terus melakukan pengawasan serupa pada jadwal-jadwal kedatangan kapal berikutnya guna mempertahankan standar keamanan yang tinggi di gerbang masuk Pulau Seribu Masjid tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *