Berita  

Polisi Kawal Ketat 22 Ton Jagung Petani Lombok Barat Menuju Gudang Bulog demi Stabilitas Pangan

Polri Kawal Distribusi Jagung Petani di Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Upaya menjaga stabilitas pangan dan memastikan kelancaran distribusi hasil pertanian terus menjadi prioritas jajaran kepolisian di wilayah hukum Lombok Barat. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, langkah nyata ditunjukkan melalui pengawalan distribusi komoditas jagung dari tingkat desa menuju gudang penyimpanan resmi milik negara.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa hasil keringat para petani dapat terserap dengan baik oleh pasar melalui jalur distribusi yang aman dan terpantau. Kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas ekonomi masyarakat ini menegaskan peran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

Pendampingan Distribusi dari Desa Kebon Ayu ke Narmada

Kegiatan pengawalan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, melibatkan personel Bhabinkamtibmas Desa Kebon Ayu, Aiptu Lalu Mahjar. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mendampingi proses pengiriman jagung hasil panen petani setempat yang akan dikirimkan menuju Gudang Bulog yang berlokasi di Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Proses distribusi ini melibatkan dua unit kendaraan angkut berat guna mengakomodasi tonase jagung yang cukup besar. Berdasarkan laporan di lapangan, dua armada truk yang digunakan memiliki identitas kendaraan yakni nomor polisi DR 8767 DZ yang dikemudikan oleh saudara Rifa’i, serta truk bernomor polisi DK 8086 PC yang dikemudikan oleh saudara Arif.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan ini adalah untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petani, pengumpul, hingga penyedia jasa transportasi.

“Kami memastikan bahwa setiap tahapan pengiriman hasil bumi ini berjalan lancar tanpa hambatan di jalan raya. Personel Bhabinkamtibmas kami turun langsung ke lapangan untuk memantau muatan serta memastikan komoditas tersebut sampai di Gudang Bulog tepat waktu dan sesuai dengan data yang dilaporkan,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam keterangannya.

Detail Muatan dan Standar Kualitas Komoditas Jagung

Secara terperinci, pengiriman kali ini mengangkut total puluhan ton jagung dengan kualitas yang telah memenuhi standar penyimpanan. Truk pertama dengan nomor polisi DR 8767 DZ tercatat mengangkut sebanyak 150 karung jagung dengan berat mencapai 10,500 ton. Sementara itu, truk kedua dengan nomor polisi DK 8086 PC membawa muatan yang lebih banyak, yakni 172 karung dengan total berat 12,040 ton.

Secara kumulatif, total berat keseluruhan jagung yang berhasil dikirimkan ke Gudang Bulog Desa Golong pada hari tersebut mencapai 22,540 kilogram atau setara dengan 22,54 ton. Selain aspek kuantitas, parameter kualitas juga menjadi perhatian penting. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar air jagung yang dikirimkan berada pada angka 11,8 KA (Kadar Air). Angka ini menunjukkan bahwa jagung tersebut memiliki tingkat kekeringan yang sangat baik dan memenuhi standar operasional untuk disimpan dalam jangka waktu lama di gudang penyimpanan Bulog.

Dampak Positif Bagi Ketahanan Pangan Daerah

Pengiriman ini bukan sekadar aktivitas logistik biasa, melainkan bagian dari rantai pasok pangan yang krusial bagi wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Barat. Dengan terserapnya hasil panen petani ke gudang Bulog, stabilitas harga di tingkat produsen dapat terjaga dengan lebih baik. Hal ini juga mencegah terjadinya penumpukan stok di tingkat petani yang berisiko menurunkan harga jual secara drastis.

Lebih lanjut, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menambahkan bahwa koordinasi antara kepolisian dan masyarakat desa akan terus ditingkatkan, terutama saat memasuki masa panen raya seperti saat ini. Pengamanan jalur distribusi pangan menjadi salah satu fokus agar tidak terjadi kendala teknis maupun gangguan keamanan yang dapat merugikan para petani.

“Komitmen kami adalah mendukung penuh sektor pertanian. Dengan distribusi yang lancar, ekonomi masyarakat desa akan bergerak lebih cepat, dan ketersediaan stok pangan di gudang-gudang pemerintah akan selalu terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas,” tambah Kapolsek Gerung.

Kegiatan yang berakhir dengan tertib ini mendapatkan apresiasi dari para sopir dan petani setempat. Mereka merasa lebih tenang dengan adanya pengawalan dari kepolisian, mengingat nilai muatan yang dibawa cukup besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *