Berita  

Lombok Barat Amankan Stok Pangan, Polisi Kawal Ketat Distribusi Puluhan Ton Jagung Petani ke Gudang Bulog

Polres Lombok Barat Monitor Distribusi Jagung ke Bulog

LOMBOK BARAT – Dalam upaya memperkuat pilar ketahanan pangan nasional serta memastikan kesejahteraan petani lokal tetap terjaga, Kepolisian Resor Lombok Barat memberikan atensi khusus terhadap proses distribusi hasil pertanian. Langkah nyata ini terlihat dalam monitoring ketat pendistribusian komoditas jagung dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karang Anyar menuju Gudang Bulog Bengkel yang berlangsung baru-baru ini.

Langkah pengawalan ini bertujuan untuk memastikan setiap proses transaksional dan logistik berjalan tanpa kendala, sehingga target stok cadangan pangan pemerintah dapat terpenuhi dengan optimal. Kehadiran pihak kepolisian di tengah masyarakat tani juga menjadi bentuk pendampingan agar rantai distribusi dari hulu ke hilir tetap stabil dan transparan.


Detail Distribusi dan Spesifikasi Hasil Panen

Proses pendistribusian yang berlangsung di Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, menunjukkan performa hasil panen yang cukup signifikan. Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 142 karung jagung milik Gapoktan Karang Anyar telah berhasil diberangkatkan menuju Gudang Bulog Bengkel yang berlokasi di Kecamatan Labuapi. Setiap karung memiliki berat netto rata-rata sebesar 70 kilogram, sehingga total komoditas yang disalurkan dalam satu tahap pengiriman tersebut mencapai 9.940 kilogram atau hampir 10 ton.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa pengiriman tersebut menggunakan satu unit truk dengan nomor polisi DK 8323 HE. Kualitas jagung yang dikirimkan pun dinilai memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Bulog, dengan Kadar Air (KA) yang terjaga di angka 10,7 persen. Angka ini menunjukkan bahwa petani lokal telah mampu menerapkan pasca-panen yang baik sehingga hasil produksi layak masuk ke dalam cadangan pangan pemerintah.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Plh. Kapolsek Lembar, Ipda Eko Sujatwanto, menegaskan pentingnya pemantauan ini agar proses pengiriman tidak mengalami gangguan keamanan di jalan maupun kendala administratif saat tiba di tujuan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa hasil jerih payah para petani di Kecamatan Lembar dapat terdistribusi dengan aman dan lancar sampai ke tangan Bulog. Monitoring ini merupakan bagian dari tugas Polri dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan daerah serta menjaga kestabilan harga komoditas di pasaran,” ungkap Ipda Eko Sujatwanto dalam keterangannya.

Realisasi Pembayaran dan Manfaat Ekonomi bagi Petani

Selain memastikan kelancaran logistik, aspek transparansi keuangan juga menjadi sorotan. Tercatat bahwa proses administrasi dan pembayaran dari pihak Bulog kepada kelompok tani telah rampung dengan baik pada hari Sabtu, 25 April 2026. Hal ini memberikan kepastian ekonomi bagi para petani yang sangat bergantung pada perputaran modal untuk musim tanam berikutnya.

Harga yang disepakati dalam transaksi ini adalah Rp6.400 per kilogram dengan potongan PPh sebesar 1,5 persen. Harga tersebut dinilai cukup kompetitif dan mampu memberikan margin keuntungan yang layak bagi petani, sekaligus mencegah adanya praktik tengkulak yang sering kali merugikan produsen di tingkat bawah.

Ipda Eko Sujatwanto menambahkan bahwa penyaluran hasil panen ke Bulog memiliki dampak ganda. Di satu sisi, pemerintah mendapatkan pasokan pangan yang stabil, dan di sisi lain, petani mendapatkan jaminan pasar dengan harga yang adil.

“Dengan tersalurnya hasil panen ini langsung ke gudang Bulog, kita harapkan stok pangan kita tetap aman. Selain itu, manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh petani kita melalui sistem pembayaran yang transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tambahnya.

Menjaga Stabilitas Pangan di Lombok Barat

Upaya distribusi jagung ini merupakan bagian dari skema besar dalam menjaga stabilitas harga di pasar lokal. Ketika stok cadangan pangan pemerintah mencukupi, risiko lonjakan harga yang disebabkan oleh kelangkaan barang dapat diminimalisir. Polri, dalam hal ini Polres Lombok Barat, berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan distribusi pangan agar tidak ada oknum yang melakukan penimbunan atau memainkan harga.

Keberhasilan pendistribusian ini menjadi bukti nyata adanya sinergi yang kuat antara aparat keamanan, instansi pemerintah seperti Bulog, serta masyarakat tani. Kerja sama lintas sektoral ini diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan kemandirian pangan di wilayah Kabupaten Lombok Barat secara berkelanjutan.

Melalui pengawasan yang konsisten, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas mereka, karena keamanan distribusi dan kepastian pasar telah mendapatkan jaminan dari pihak-pihak terkait. Petani yang sejahtera adalah kunci utama dari ketahanan pangan yang tangguh di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *