LABUAPI – Langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional kini terus digalakkan hingga ke pelosok desa. Sebagai garda terdepan Kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Labuapi menunjukkan aksi nyata dengan melakukan giat sambang produktif pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya masif untuk memotivasi warga binaan agar lebih kreatif dalam mengelola potensi sumber daya alam yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Dalam suasana dialogis yang hangat, personel Polri mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan lahan mereka menganggur. Fokus utama dari gerakan ini adalah optimalisasi setiap jengkal tanah, baik itu berupa area persawahan maupun pekarangan rumah yang masih kosong, agar dapat ditanami berbagai komoditas pangan yang bermanfaat. Upaya ini dipandang krusial di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut kemandirian pangan dari unit terkecil, yakni keluarga.
Mendorong Ekonomi Kerakyatan Melalui Pemanfaatan Pekarangan
Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu poin krusial yang ditekankan dalam kegiatan sambang kali ini. Bhabinkamtibmas memberikan edukasi bahwa lahan sempit di sekitar rumah sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan tepat. Dengan mengubah lahan tidak produktif menjadi sumber pangan mandiri, masyarakat diharapkan dapat menekan biaya pengeluaran rumah tangga sekaligus menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat desa.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah para petani merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendukung program strategis pemerintah pusat. Polri tidak hanya berperan dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Kami terus mendorong anggota di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif mendampingi masyarakat petani. Tujuannya adalah memastikan bahwa program ketahanan pangan ini benar-benar menyentuh akar rumput. Kami ingin warga memiliki kemandirian pangan, minimal untuk kebutuhan keluarga sendiri, dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekeliling mereka,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa.
Fokus Budidaya Jagung dan Peningkatan Produktivitas Lahan
Dalam pantauan di lapangan, komoditas jagung menjadi salah satu fokus utama dalam edukasi kali ini. Jagung dipilih karena memiliki daya tahan yang relatif baik terhadap perubahan cuaca serta menjadi kebutuhan pokok yang strategis bagi masyarakat. Bhabinkamtibmas terlihat turun langsung ke area persawahan warga untuk memberikan motivasi mengenai teknik penanaman yang lebih efektif. Edukasi ini bertujuan agar lahan yang terbatas tetap mampu menghasilkan output yang maksimal melalui pola tanam yang terencana.
Interaksi di tengah lahan jagung yang sedang tumbuh subur tersebut memperlihatkan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan petani. Selain memberikan semangat, petugas juga menyerap aspirasi serta kendala yang dihadapi petani di lapangan. Monitoring rutin seperti ini dianggap penting untuk menjaga ritme kerja para petani agar tetap konsisten dalam merawat tanaman mereka hingga masa panen tiba.
Mewujudkan Stabilitas Pangan Nasional dari Tingkat Desa
Keberhasilan ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada stabilitas pangan di tingkat daerah. Oleh karena itu, gerakan yang dilakukan di Desa Labuapi ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mandiri secara pangan, maka ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah dapat dikurangi secara perlahan namun pasti.
Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menambahkan bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai konsultan pemecah masalah (problem solver) juga mencakup aspek pemberdayaan ekonomi. Melalui pendampingan yang intensif, diharapkan produktivitas petani lokal semakin meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh.
“Tugas kami adalah memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa dari tanah yang mereka miliki, mereka bisa bertahan dan bahkan berkembang secara ekonomi. Sinergi antara edukasi teknik pertanian dan dukungan moril dari kepolisian diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.
Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di Desa Labuapi terpantau aman dan kondusif. Warga menyambut positif kehadiran Polri yang memberikan solusi konkret dan inspirasi bagi pengembangan lahan pertanian di desa mereka. Langkah progresif ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.












