Tim Wasrik Kodam IX Tinjau Pembangunan Jembatan Garuda

Lombok Barat, NTB — Suasana di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labu Api, terasa berbeda. Di tengah aktivitas pembangunan yang terus berlangsung, Tim Audit Kinerja Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Inspektorat Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana turun langsung meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda, sebuah infrastruktur yang menjadi harapan besar masyarakat setempat, Kamis siang (16/4/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung di wilayah teritorial Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram dengan pendampingan oleh Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han) bersama Perwira Seksi Teritorial (Pasi Ter) Kodim 1606/Mataram, Kapten Inf Jamuhur, S.Sos, dan Perwira Seksi Personalia (Pasi Pers), Mayor Inf Turmuzi.

Rombongan Tim Wasrik dipimpin oleh Kolonel Inf Anton Siswanto selaku Ketua Tim, didampingi Letkol Inf Kaka Kusnandar sebagai Sekretaris, Letkol Inf Ida Wayan Keniten, S.S. sebagai anggota, serta Sertu M. Ridwan Hakim sebagai operator.

Di lokasi pembangunan, tim meninjau secara langsung kondisi pondasi dan struktur awal jembatan, sekaligus memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan.

Kehadiran tim pengawasan ini menjadi bukti komitmen TNI dalam menjaga kualitas pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Dandim 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han) menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan salah satu program penting yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta meningkatkan perekonomian desa.

“Kami menyambut baik kunjungan Tim Wasrik ini sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi agar pembangunan berjalan sesuai rencana. Harapan kami, Jembatan Garuda nantinya dapat menjadi akses vital yang mendukung aktivitas masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal,” ungkap Dandim.

Sementara itu, Ketua Tim Wasrik, Kolonel Inf Anton Siswanto, menegaskan bahwa kegiatan pengawasan lapangan bertujuan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam setiap proses pembangunan.

“Pengawasan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab agar setiap pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Pasi Ter Kodim 1606/Mataram, Kapten Inf Jamuhur, S.Sos, menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Garuda telah melalui berbagai tahapan koordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat.

“Kami terus berupaya menjalin komunikasi dengan warga dan pekerja di lapangan agar pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” ujarnya.

Bagi warga Desa Karang Bongkot, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol harapan baru. Ahmad (45), salah seorang warga setempat, mengaku sangat menantikan selesainya pembangunan tersebut.

“Selama ini kami harus memutar cukup jauh untuk membawa hasil kebun. Kalau jembatan ini selesai, perjalanan kami pasti lebih cepat dan biaya angkut juga berkurang,” tuturnya dengan penuh harap.

Hal senada juga diungkapkan oleh Adnan (39), salah satu tukang yang terlibat dalam pembangunan. Ia merasa bangga dapat menjadi bagian dari proyek yang akan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami bekerja dengan semangat karena tahu jembatan ini sangat penting bagi warga. Kehadiran tim pengawas juga membuat kami semakin teliti dalam bekerja,” katanya.

Dengan adanya pengawasan langsung dari Tim Wasrik Itdam IX/Udayana, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan terus berjalan sesuai target serta menghasilkan infrastruktur yang kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang. Lebih dari itu, jembatan ini diyakini akan menjadi penghubung harapan dalam menguatkan konektivitas, memperlancar ekonomi, dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat Desa Karang Bongkot Kecamatan Labu Api dengan Desa Kebon Kogok Kecamatan Gerung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *