Berita  

Festival Gitanada 2026: Polsek Sekotong Pastikan Keamanan dan Kelancaran Pembukaan di Dermaga Tawun

Festival Gitanada 2026: Polsek Sekotong Pastikan Keamanan dan Kelancaran Pembukaan di Dermaga Tawun

SEKOTONG – Sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Barat kembali bergeliat dengan digelarnya ajang kreativitas bertajuk Festival Gitanada 2026. Kegiatan yang mengolaborasikan potensi seni, budaya, dan aksi lingkungan ini resmi dibuka pada Sabtu (4/4/2026). Guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa kendala, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong melakukan pengamanan ketat dan monitoring intensif di lokasi kegiatan.

Festival yang diselenggarakan oleh Yayasan Terumbu Indonesia Biru ini dipusatkan di area Dermaga Tawun, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan lokasi ini menjadi daya tarik tersendiri mengingat Dermaga Tawun merupakan salah satu gerbang utama menuju destinasi wisata bahari unggulan di wilayah tersebut.

Pengamanan Optimal di Objek Vital Wisata

Sejak dimulainya rangkaian acara pada pukul 15.30 WITA, personel Kepolisian telah bersiaga di titik-titik strategis. Pengamanan ini menjadi prioritas utama bagi pihak berwajib, terutama karena adanya perubahan lokasi kegiatan dari rencana awal. Antisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dilakukan untuk menjamin kenyamanan pengunjung serta para pelaku UMKM yang terlibat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam agenda ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap kegiatan kemasyarakatan yang bernilai positif bagi ekonomi daerah.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa Festival Gitanada 2026 berjalan dengan aman dan lancar. Fokus pengamanan kami adalah area Dermaga Tawun, yang mana kita ketahui merupakan objek vital wisata. Personel kami arahkan untuk melakukan sterilisasi dan monitoring di setiap tahapan acara guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan Kamtibmas,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat memberikan keterangan di lokasi.

Sinergi Panitia dan Masyarakat Lokal

Pembukaan hari pertama festival ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari Kepala Dusun Tawun, Ketua Panitia Festival Gitanada Sdri. Soraya, hingga masyarakat pengunjung dan pelaku UMKM setempat. Kehadiran personel Polsek Sekotong yang tergabung dalam surat perintah tugas (sprin) pengamanan terlihat aktif berbaur dan memberikan arahan kepada pengunjung mengenai ketertiban parkir dan keamanan barang bawaan.

Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa keterlibatan kepolisian tidak hanya sekadar menjaga fisik area, tetapi juga melakukan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Selain menjaga fisik panggung utama dan area stan UMKM, anggota kami juga terus berkoordinasi dengan panitia dan tokoh masyarakat setempat. Sinergi ini penting agar pesan keamanan sampai kepada masyarakat, sehingga mereka dapat menikmati festival dengan rasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Rangkaian Kegiatan dan Semangat UMKM

Hari pertama Festival Gitanada 2026 diwarnai dengan berbagai agenda yang menarik perhatian wisatawan. Dimulai dengan persiapan teknis dan sterilisasi area panggung utama oleh panitia di bawah pantauan petugas, acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Ketua Panitia.

Salah satu daya tarik utama adalah pelaksanaan lomba permainan tradisional yang melibatkan peserta lokal. Kegiatan ini dinilai efektif dalam melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi pariwisata. Tidak hanya itu, pembukaan Pasar Malam yang melibatkan stan-stan UMKM memberikan ruang bagi masyarakat sekitar untuk menjajakan kuliner khas Sekotong dan produk kerajinan tangan.

Sebagai puncak acara pada hari pertama, penampilan Live Music dari band akustik menghibur para pengunjung yang memadati area dermaga. Alunan musik di tepi pantai menciptakan suasana hangat yang mempererat silaturahmi antarwarga dan pengunjung.

Laporan Situasi dan Kondisi Terkini

Hingga laporan pengamanan ini diturunkan, seluruh rangkaian kegiatan hari pertama Festival Gitanada 2026 masih berlangsung dengan penuh antusiasme. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, situasi terpantau sangat kondusif. Tidak ditemukan adanya gesekan maupun gangguan berarti yang dapat menghambat jalannya acara.

Iptu I Ketut Suriarta menutup keterangannya dengan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menjaga ketertiban.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat dan pengunjung yang tetap tertib mengikuti aturan yang ada. Situasi hingga saat ini terpantau aman, tertib, dan terkendali. Kami akan terus melakukan pengawalan hingga festival ini berakhir, demi menjaga citra Sekotong sebagai destinasi wisata yang aman dan ramah bagi siapa saja,” pungkasnya.

Festival Gitanada 2026 diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif di Lombok Barat melalui promosi potensi alam dan aksi nyata penyelamatan lingkungan yang digagas oleh Yayasan Terumbu Indonesia Biru. Keberhasilan penyelenggaraan di hari pertama ini menjadi sinyal positif bagi kesuksesan agenda-agenda berikutnya di wilayah Sekotong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *