Lombok Barat, NTB – Momen perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, intensitas aktivitas masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di wilayah Kabupaten Lombok Barat mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat memperketat pengawasan melalui serangkaian patroli intensif yang tergabung dalam Operasi Ketupat Rinjani 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal kepada warga, sekaligus memitigasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kerap meningkat di masa-masa krusial seperti menjelang lebaran. Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu menciptakan rasa aman, baik bagi para pedagang maupun pengunjung pasar yang sedang memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Patroli Preventif Operasi Ketupat Rinjani 2026 di Pasar Gerung
Pada Minggu pagi, 22 Maret 2026, tepat pukul 10.15 WITA, personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Preventif Operasi Ketupat Rinjani 2026 Polres Lombok Barat melakukan penyisiran di kawasan Pasar Gerung, Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung. Area ini dipilih karena merupakan salah satu titik kumpul massa terbesar di ibu kota kabupaten, di mana dinamika ekonomi masyarakat bergerak sangat cepat.
Patroli berjalan dengan mengedepankan pendekatan dialogis. Para personel menyusuri lorong-lorong pasar, berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha, serta memberikan pengawasan melekat pada titik-titik rawan kerumunan. Kehadiran petugas berseragam di tengah hiruk pikuk pasar bukan hanya sekadar formalitas, melainkan strategi nyata untuk mempersempit ruang gerak pelaku tindak kriminalitas seperti pencopetan, penjambretan, hingga peredaran uang palsu.
Penekanan Kewaspadaan dan Pesan Kamtibmas dari Kepolisian
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta Polres Lombok Barat, Iptu Eko Nugroho, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari strategi besar Operasi Ketupat Rinjani. Fokus utama dari Satgas Preventif adalah mencegah terjadinya gangguan keamanan sebelum gangguan tersebut muncul ke permukaan.
Dalam keterangannya, Iptu Eko Nugroho menegaskan bahwa interaksi dengan masyarakat adalah kunci dari keberhasilan patroli ini. Petugas tidak hanya berkeliling, tetapi juga aktif memberikan edukasi mengenai cara-cara menjaga keamanan pribadi di tempat umum.
“Kami melaksanakan giat patroli preventif ini guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Lombok Barat secara menyeluruh. Selain melakukan pengawasan, personel di lapangan juga aktif mengimbau serta memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pedagang maupun pengunjung pasar agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas yang bisa saja terjadi di saat pasar sedang ramai,” ungkap Iptu Eko Nugroho.
Beliau juga menambahkan bahwa kewaspadaan mandiri dari masyarakat sangat membantu tugas kepolisian. Dengan saling menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar, celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi akan tertutup dengan sendirinya.
Wujudkan Harkamtibmas Melalui Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
Lebih jauh, Iptu Eko Nugroho menjelaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan representasi dari fungsi Polri sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom. Melalui Operasi Ketupat Rinjani 2026, Polres Lombok Barat ingin memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah dan persiapan menyambut hari kemenangan dengan perasaan tenang tanpa dihantui rasa was-was.
“Upaya menciptakan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) yang aman dan kondusif menjadi prioritas kami. Melalui kehadiran fisik Polri di tengah-tengah keramaian seperti ini, kami ingin memberikan jaminan bahwa negara hadir untuk menjaga keamanan warga, terutama dalam momentum besar seperti jelang lebaran ini,” tambahnya lagi.
Sinergi dan Kondusivitas Wilayah Lombok Barat
Sepanjang pelaksanaan patroli di Pasar Gerung, situasi dilaporkan terpantau aman dan terkendali. Para pedagang menyambut positif kehadiran petugas, mengingat kondisi pasar yang semakin padat menjelang siang hari. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah.
Hingga kegiatan berakhir, seluruh rangkaian patroli Satgas Preventif dalam rangka Operasi Ketupat Rinjani 2026 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Polres Lombok Barat pun berencana untuk terus melakukan kegiatan serupa secara rutin dan acak di berbagai lokasi strategis lainnya, termasuk terminal, pelabuhan, dan pusat perbelanjaan modern, demi memastikan wilayah Lombok Barat tetap kondusif selama masa operasi berlangsung.












